Peserta Mudzakaroh Ulama HTI Bela Islam

Bogoraya – Menyikapi atas upaya Basuki Tjahaja Purnama dan pengacaranya yang menghina dan melecehkan ulama khususnya Kiayi Ma’ruf Amin, DPD II HTI Bogor Kota  mengadakan Mudzakaroh Ulama mengangkat tema yakni Bela Ulama, pada Sabtu, 4 Februari 2017 pukul 09.30-11.30, di Kantor DPD II Bogor Kota, Jalan KS. Tubun No. 19A.

Ustadz Asep Sumantri selaku Ketua Lajnah Khusus Ulama HTI Bogor, dalam sambutannya mengajak agar ulama dan asatidz, yang paling tahu tentang islam, syariat Allah dan kewajiban menerapkannya, untuk sesegera mungkin bahu-membahu berjuang di garda paling depan. Karena semua sepakat tentang rusaknya kondisi negeri ini yang semakin parah. Dan solusinya belum ketemu.

“Kita yang sudah ketemu solusinya, mari kita sosialisasikan, sama-sama kita ajak memiliki pemahaman yang sama untuk kembali pada sistem yang di bawa kanjeng nabi Muhammad SAW,” terang Ustadz Asep.

Kiayi Muhyidin yang merupakan ulama Kabupaten Bogor, memaparkan bahwa hukum menghina ulama jika dibedakan berdasarkan fakta ada dua. Pertama, jika menghina pribadi, sifat atau khuliqiyah maka hukumnya haram, dosa yang sangat besar. Kedua, jika penghinaannya ditujukan pada diri ulama sebagai kapasitasnya yang memahami hukum-hukum syariat islam maka pelakunya dihukumi kafir. Jadi jika menghina karena keulamaannya atau ilmunya maka pelakunya dihukumi kafir.

Kiayi Muhyidin dalam menjelaskan penghinaan ulama ini mengutip, tafsir As Sa’di, dalam menafsirkan Surat Al Ahzab ayat 57-58. “Siapa saja yang mencaci atau menghina salah satu umat islam, maka ia terkena hukuman ta’zir. Sedangkan ta’zir mustahil dilaksanakan pada penghina ulama dalam negara yang menganut demokrasi. Sistem tazir ini hanya bisa diterpkan dalam sistem Khilafah ala Minhajin Nubuwah.”

Beliau juga menegaskan, bahwa tanpa khilafah, syariat Islam termasuk diantaranya hukum ta’zir tidak bisa diterapkan. Maka jadilah garda terdepan yang memperjuangkannya.

“Kedudukan ulama sangat dihormati dalam Islam. Tinggi martabatnya, peranya sebagai pewaris pana nabi. Bahkan Allah pun memuliakan ulama. Maka kita wajib melindungi mereka dan membelanya,” tutupnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY