Lajnah Fa'aliyah HTI bersama MHTI yang didampingi mahromnya.

Bogoraya.com, Bogor – Pada kunjungan Audiensi Muslimah (HTI) ke Dewan Perwakilan Rakyat DPRD pada Senin siang (31/10) dihadiri pula dari Lajnah Fa’aliyah HTI Kota Bogor, menanggapi persoalan pendidikan, Iman Syafi’i, menyampaikan bahwa “Persoalan pendidikan bukan pada individu namun pada sistem, pendidikan menjadi tanggung jawab negara kepada rakyat. Seharusnya pendidikan diarahkan untuk melahirkan generasi unggul yang bersyakhsiyah Islam (berkepribadian Islam) yang memiliki pola pikir Islam, pola sikap Islam, mengukur terpuji benar atau salah berlandaskan Islam”.

Generasi saat ini sangat individualis, tidak ada kepedulian tidak ada lagi suara mahasiswa seperti tahun 1998, adakah regulasi yang membuat suara mahasiswa ini menjadi bungkam? mestinya apresiasi dari pihak terkait dengan memberikan regulasi dan ruang yang cukup untuk melakukan peningkatan kapasitas dari intelektualitas dan akidah. Bogor kota intelektual, kota ulama, untuk itu kita akan  mengawal terus langkah ini karena bagian dari perubahan ke arah kebaikan”. tuturnya.

Dihadapan Dewan Komisi D yang diwakili Ade Askiah, Lajnah Fa’aliyah lainnya, Ray Iskandar menyampaikan, “Rasulullah sebagai uswah kita kaum muslimin, Islam bukan optional bagaimana hari ini kebijakan-kebijakan pemerintah bukan berdasarkan Islam, sehingga persoalan tidak kunjung selesai karena yang dipilih kebijakan politik demokrasi. Persoalan bela negara contohnya, musuhnya siapa? bukankah hari ini musuh dijadikan kawan? dan kaum muslimin yang ingin kebaikan pada umat ini justru dikatakan radikal.

Kami (HTI) punya proposal untuk Bogor, Indonesia bahkan dunia, karena ini berasal dari Allah SWT. kami menginginkan yang terbaik untuk negeri ini, syariat bukanlah optional (pilihan), namun ini adalah obligation yang menjadi tanggung jawab kita semua sebagai muslim yang akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah SWT kelak”. Ungkapnya. (ilp).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY