Bogoraya.com, Bogor –  Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Bogor berkumpul di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) rumah wakil rakyat, pada Jumat siang (28/10) untuk menyampaikan hasil Kongres  mahasiswi Islam untuk Peradaban (KMIP) jilid II / 2016 yang bertemakan “Intelektual Muda Muslim Suarakan Kebenaran Islam Kaffah dan Wujudkan Kembali Peradaban Islam” tuntutan kepada Pemerintah. Meski sempat diguyur hujan dan angin kencang, aksi damai yang dimulai sekitar pukul 13.30 itu tidak menyurutkan semangat.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) 2 Muslimah HTI  Kota Bogor, Fera Kusmerlin mengatakan, hasil Kongres yang berlangsung beberapa waktu lalu di IPB yang menuai tiga kesepakatan yang sudah sepatutnya dapat dilakukan oleh Pemerintahan di Kota Bogor. “Kami mengharapkan untuk pemerintah agar segera merealisasikan semua hasil kesepakatan yang sudah diputuskan dalam hasil Kongres Mahasiswi Islam Peradaban (KMIP). Semoga hasil kesepakatan kongres ini bisa direalisasikan oleh pemerintah”, harapnya.

Sementara, perwakilan dari Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bogor yang diwakili oleh Sisworo, menyambut aspirasi tersebut dengan baik. “Mengapresisi aksi simpatik yang dilakukan oleh para mahasisiwi dari berbagai kampus se-Bogor Raya. Tak lupa kami memberikan ucapan selamat atas terselenggaranya Kongres Mahasiswi Islam untuk Peradaban (KMIP) jilid II (2016) oleh Lajnah Khusus Mahasiswi (LKM) Muslimah (HTI) serentak di 32 Kota seluruh Indonesia,”sambutnya.

Selain itu, kata dia, sebagai sekretariat DPRD Kota Bogor menerima hasil kongres Mahasiswi tersebut melalui aksi simpatik dan akan menyampaikannya kepada para Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bogor.

DSC05995Penyerahan Hasil Kongres

Adapun kesepakatan yang dihasilkan dari Kongres tersebut adalah:

  1. Mengajak semua komponen masyarakat khususnya intelektual muda untuk “Back to Moslem Identity” yaitu mengkaji dan memahami Islam secara kaffah, berkepribadian Islam dan terus menyuarakan kebenaran Ideologi Islam.
  2. Mengajak semua pihak menyadari hanya dengan Islam dan sistem Khilafah lah potensi intelektual muda bisa diarahkan pada kebangkitan bangsa. Karena Islam membekali mereka dengan pemikiran benar tentang solusi seluruh masalah kehidupan dan menyiapkan pemberdayaan kaum muda sebagai pemimpin masa depan.
  3. Mengajak semua komponen masyarakat khusunya intelektuan muda untuk mengaktualisasikan peran hakikinya sebagai penjaga Islam terpercaya dengan berjuang menegakkan kembali peradaban Islam dalam Khilafah ‘ala minhaj nubuwwah.
  4. Menuntut pemerintah untuk mencerdaskan intelektual muda berbasis aqidah Islam dan Syariat secara kaffah serta metode sholih penegakkannya sehingga intelektual muda tidak terjebak pada aksi kekerasan terorisme.
  5. Menolak sistem Kapitalisme Demokrasi yang telah terbukti menjadi penyebab krisis identitas pemuda muslim, menumbuhsuburkan kerusakan moral dan menjadikan pemuda muslim sebagai duta sekuler-liberal dari peran hakikinya sebagai seorang muslim. (Ilp),(RA).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY