Ahad (19/6/2016) tidak kurang dari 45 ibu–ibu dari Tegal Gundil, Kawungluwuk, Palayu dan sekitar kelurahan Tegalgundil memadati aula Masjid Baitul Hikmah Kota Bogor untuk mengikuti Majelis Taklim Khairunnisa yang diselenggarakan setiap bulannya oleh DPD II Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Kota Bogor. Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, tema yang diusung Majelis Taklim Khairunnisa kali ini adalah “Ramadhan: Momentum Untuk Mewujudkan Ketakwaan  Hakiki”. Dipandu oleh Nia Agustina sebagai host, dengan menghadirkan Ustadzah Nyda Ummu Fathma sebagai narasumber.

Ustadzah Nyda dalam materinya memaparkan keistimewaan bulan Ramadhan, bulan yang agung. Bulan yang di dalamnya penuh dengan ampunan Allah bahkan Allah pun telah menyiapkan surga ar Royyan bagi hamba-Nya yang taat. Serta ketakwaan sebagai buah dari puasa dan ibadah di bulan Ramadhan.

“Ketakwaan yang dimaksud adalah takut kepada Allah, mengamalkan al Quran, taat kepada-Nya serta menyiapkan diri untuk bertemu dengan-Nya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa, ketakwaan itu bisa direalisasikan oleh setiap individu muslim dengan jalan senantiasa terikat dengan hukum-hukum Allah SWT di dalam kehidupannya, dengan menjadikan halal dan haram atau syariah Islam sebagai standar dalam hidupnya. Dengan kata lain, yang halal diambil dan dilaksanakan, sementara yang haram dijauhi sejauh-jauhnya.

Namun, faktanya saat ini, ketika sekulerisme menggerogoti masyarakat atau terpisahnya aturan islam dari kehidupan masyarakat, keistimewaan dan hikmah  Ramadhan tidak mampu menghantarkan ketakwaan hakiki bagi individu atau masyarakatnya. Terlihat, carut-marutnya kondisi saat ini yang semakin meningkat, tatkala Syariah Islam diabaikan. Mulai dari pemerkosaan, narkoba, judi, pembunuhan, dan lainnya.

“Ini menunjukkan, ketakwaan hakiki bukan hanya harus diwujudkan pada tataran individu, namun juga harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat dan juga butuh peran penting negara yang bertakwa kepada Allah untuk mendapat berkah-Nya dari langit dan bumi, seperti yang Allah jelaskan dalam Surat Al-Araf ayat 96. Dan ini telah dibuktikan saat Islam diterapkan selama 13 abad, berkah dari Allah selalu dilimpahkan”, ujarnya.

Sebagai kesimpulan, Ustadzah Nyda secara tegas mengatakan, “Ketakwaan hakiki, baik pada tataran individu maupun dalam kehidupan bermasyarakat, hanya akan terwujud dengan penerapan syariah Islam secara total, dengan kekuasaan dan sistem pemerintahan yang tegak berlandaskan akidah Islam. Sistem itu tidak lain adalah Khilafah Rasyidah ’ala minhaj an-Nubuwwah yang dipimpin oleh seorang imam atau khalifah. Sistem inilah satu-satunya sistem yang telah disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk menerapkan syariah Islam secara kaffah.

“Karena itu, jadikanlah Ramadhan momentum mewujudkan ketakwaan hakiki dengan memperjuangkan penerapan syariah Islam dan perjuangan menegakkan Khilafah. Dengan begitu, shaum (puasa) kita tidak sia-sia dan meraih derajat taqwa. Insya Allah,” pungkasnya. (EY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY