Foto: Istimewa

Aqidah atau keimanan adalah perkara yang sangat penting bagi umat Islam. Karena, ia akan menentukan surga atau nerakanya seseorang. Masalahnya adalah, seseorang yang telah memeluk aqidah Islam, tidak ada jaminan bahwa ia akan terus memeluk Islam hingga meninggal dunia.

Keimanan seseorang bisa naik, bisa juga turun. Bahkan, iman seseorang juga bisa tercerabut dari dalam dirinya. Oleh karena itulah, keimanan seseorang, bahkan keimanan dari ummat Islam secara keselurhan itu perlu dijaga. Siapa yang mampu menjaga iman, baik secara individu, dalam keluarga, masyarakat, bahkan untuk seluruh umat Islam?

Islam telah memiliki mekanisme penjagaan yang berlapis untuk melindungi aqidah umat Islam secara keseluruhan. Penjagaan yang pertama dan yang utama akan diberikan oleh Negara Khilafah.

Mengapa Negara Khilafah wajib menjaga aqidah umatnya? Peran Negara Khilafah dalam menjaga aqidah ummatnya harus dipandang sebagai wujud cinta dan kasih sayang yang tinggi, agar jangan sampai ada (walaupun hanya satu) dari ummatnya ada yang tersentuh api neraka. Jangan sampai ada yang keimanan dari umat ini terus mengalami kemerosotan, bahkan keluar (murtad) dari agama Islam. Sebab, jika manusia itu sampai mati dalam keadaan kafir, maka dia akan bisa masuk neraka untuk selama-lamanya, sebagaimana Firman Allah SWT:

وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS alBaqarah [2]: 217).

Bagaimana cara Negara Khilafah menjaga aqidah umatnya? Ada beberapa cara yang harus dilakukan Negara Khilafah dalam menjaga aqidah umatnya, diantaranya adalah:

  1. Pemahaman dan pembinaan Islam akan terus diajarkan dan ditanamkan secara formal di seluruh jenjang pendidikan oleh Negara Khilafah.
  2. Pemahaman dan pembinaan Islam juga akan terus didakwahkan oleh Negara Khilafah melalui berbagai media, tempat ibadah, majlis ta’lim, dan lain-lain yang ada di tengah-tengah masyarakat.
  3. Negara Khilafah juga akan terus mendorong kepada seluruh kaum muslimin untuk berperan aktif melakukan amar ma’ruf nahi munkar, agar aqidah dan pemahaman Islam di tengah-tengah masyarakat dapat terus terjaga.
  4. Aqidah dan pemahaman ummat Islam Insya Allah juga akan dapat terus terjaga dengan penerapan Islam dalam kehidupan sehari-hari oleh Negara Khilafah, sehingga akan nampak keagungan dan kemuliaan Islam di mata ummat.

Oleh karena itu, jika semua upaya telah dilakukan oleh Negara Khilafah, tetapi masih ada juga yang mencoba murtad dari Islam, maka hukumannya tidak main-main. Jika ada orang Islam yang mencoba murtad, mengaku sebagai nabi, atau menistakan Islam dan syariahnya, maka hukumannya adalah akan dibunuh. Nabi saw. bersabda:

مَنْ بَدَّلَ دِيْنَهُ فَاقْتُلُوْهُ

Siapa saja yang murtad dari agamanya, bunuhlah! (HR at-Tirmidzi).

Cara Islam ini akan menjadi semacam imunitas bagi seluruh kaum Muslim. Dengan cara ini pula pemurtadan akan menghadapi tembok tebal. Virus kemurtadan yang ingin ditularkan oleh orang-orang murtad seperti saat ini tidak akan terjadi. Mengapa? Karena tak akan ada orang murtad yang hidup dan menjadi misionaris.

Penjagaan Negara Khilafah yang luar biasa terhadap agama ini tidak akan memungkinkan munculnya aliran-aliran sesat, seperti yang terjadi di negeri ini. MUI Pusat mencatat ada lebih dari 300 aliran sesat di Indonesia. Tidak mungkin ada Gafatar yang menipu ribuan orang dengan nabi palsunya. Ahmadiyah dan aliran sesat lainnya juga tidak akan bisa hidup dan menyebarkan ajaran sesatnya seperti sekarang. Negara Khilafah pasti akan menghentikan dan menghabisi ajarannya sampai ke akar-akarnya.

Penjagaan Negara Khilafah atas agama ini pun tidak akan memungkinkan munculnya orang-orang liberal yang merusak Islam dari dalam. Khilafah akan menghentikan mereka sebelum mereka menyebarkan pemikiran rusak dan sesat mereka. Negara Khilafah tak akan memberikan ruang sedikitpun bagi pemikiran Barat (liberalisme, sekularisme, pluralisme dan kapitalisme) berkembang di dunia pendidikan. Penistaan terhadap Islam, al-Quran dan Nabi  saw. juga tidak akan muncul. Syariah Islam telah memiliki sejumlah sanksi keras atas penistaan ini.

Selain menjaga aqidah orang yang sudah beraqidah Islam, negara khilafah juga mengajak pemeluk aqidah lainnya untuk masuk Islam. Negara mendakwahi mereka dan menjelaskan kebenaran aqidah Islam serta kebatilan aqidah selainnya. Dengan begitu, diharapkan mereka mau meninggalkan aqidah kufur mereka dan meyakini Islam dengan sukarela dan kemauan sendiri.

Kendati demikian, mereka tidak boleh dipaksa untuk masuk Islam. Allah SWT berfirman:

لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّيْنِ

Tidak ada paksaan dalam memeluk agama [Islam] (QS al-Baqarah [2]: 256).

Jika mereka mau tunduk hukum hukum Islam dan membayar jizyah sebagai bukti kesediaanya menjadi kafir dzimmi, maka darah, harta, dan kehormatannya pun dilindungi. Nabi saw. bersabda:

كَتَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِلَى أَهْلِ الْيَمَنِ، أَنَّهُ مَنْ كَانَ عَلَى يَهُودِيَّةٍ أَوْ نَصْرَانِيَّةٍ، فَإِنَّهُ لا يُفْتَنُ عَنْهَا، وَعَلَيْهِ الْجِزْيَةُ

Rasulullah saw. pernah menulis surat kepada penduduk Yaman, bahwa siapa saja yang tetap memeluk Yahudi atau Nasrani, dia tidak boleh dihasut [untuk meninggalkan agamanya], dan dia wajib membayar jizyah (HR Ibn Hazm dalam kitabnya, Al-Muhalla).

Ketentuan ini dipraktikkan sejak masa Nabi saw. Di Madinah ketika itu hidup beberapa komunitas berbeda yakni Islam, Yahudi, dan orang-orang musyrik. Demikian pula kekuasaan Islam meluas ke seluruh Jazirah Arab, terdapat komunitas Nasrani di Najran. Kondisi itu terus berlangsung hingga masa Khilafah di sepanjang masa keberadaannya. Ketika Islam berkuasa di Spanyol, Islam bisa mengayomi Nasrani dan Yahudi sehingga saat itu Andalusia dikenal dengan sebutan negara dengan tiga agama. Pengakuan Islam terhadap pluralitas masyarakat ini tentu saja tidak lepas dari ajaran Islam itu sendiri.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY