BOGORAYA - BEM se-Kota Bogor Kritik Kinerja Walikota | http://bogoraya.com
BOGORAYA - BEM se-Kota Bogor Kritik Kinerja Walikota | http://bogoraya.com

Bogoraya.com, Bogor – Dimulai sejak tadi pagi hingga siang (29/4) puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Bogor, melakukan unjuk rasa di depan Balaikot Bogor, perihal menanggapi kinerja Pemkot Bogor yang kurang memuaskan disatu tahun terakhir.

Hal itu terbukti dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Walikota Bogor tahun 2015. “Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Bima Arya untuk mengenal Bogor dengan realita dan permasalahanya. Bila tahun pertama dianggap sebagai masa adaptasi maka tahun kedua seharusnya sudah mencerminkan kinerja nyata sebagai Walikota bukan sekedar citra semata,” tegas salah satu Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa UIKA Bogor, Fikar Robbani.

Pada pengelolaan APBD, lanjut Fikar, terjadi peningkatan SiLPA tahun 2015 mencapai Rp339 miliar. Angka tersebut merupakan angka terbesar setidaknya dalam 5 tahun terakhir. “Dana SiLPA Rp339 miliar ini tidak sedikit kalau dimamfaatkan bisa digunakan untuk membangun infrastruktur, pendidikan dan penyediaan lapagan kerja,” sambungnya.

BEM se-Kota Bogor Kritik Kinerja Walikota | http://bogoraya.com
BEM se-Kota Bogor Kritik Kinerja Walikota | http://bogoraya.com

Dalam aksinya juga para mahasiswa menyoroti pencapaian enam program prioritas pembangunan di tahun 2015 seperti yang selama ini digaungkan Walikota Bogor Bima Arya. Pada penataan transportasi dan angkutan umum, mereka menilai masih belum berkembang dan stagnan. Fakta di lapangan masih didapat perdebatan dan pertanyaan perihal kebijakan sistem satu arah (SSA).

Penataan dan pemberdayaan PKL, Pemkot Bogor masih gagal, bahkan menimbulkan permasalahan baru dengan ada pejabatnya tersandera dengan kasus pembelian tanah di Pasar Warung Jambu. “Memang untuk penataan ruang publik seperti taman kami apresiasi, namun ada beberapa catatan, pembangunan yang tidak dibarengi perencanaan menyeluruh misalnya penyedian area parkir dan PKL, serta aspek sosial lainnya,” tutupnya. (RF)


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY