BOGORAYA - OPENING SPEECH MUKTAMAR TOKOH UMAT 2016 | http://bogoraya.com
BOGORAYA - OPENING SPEECH MUKTAMAR TOKOH UMAT 2016 | http://bogoraya.com

Bogoraya.com, Bogor – Pada bulan Rajab lebih dari 1400 tahun lalu, Allah SWT memperjalankan baginda Rasulullah Muhammad saw pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina, kemudian naik ke Sidratul Muntaha. Inilah peristiwa Isra’ Mi’raj yang sangat monumental, yang kelak sangat berpengaruh pada perjalanan hidup Rasulullah dan umatnya. Tapi kita juga harus ingat bahwa pada bulan Rajab pula, persisnya pada tahun 1342 Hijirah – 95 tahun lalu – khilafah Utsmani yang berpusat di Turki diruntuhkan oleh tangan-tangan kafir penjajah.

Peristiwa yang kemudian menjadi pangkal dari timbulnya berbagai malapetaka yang menimpa kaum muslimin di seluruh dunia atau ummul jaraaim memang layak untuk terus mendapat perhatian. Tapi kita hadir disini tidak untuk meratapi momen menyedihkan itu. Kita hadir di sini justru untuk bangkit dan mengokohkan pendirian bahwa perjuangan penegakan syariah dan Khilafah memang tidak boleh surut sedikitpun. Bila runtuhnya khilafah dulu menjadi pangkal hancurnya dunia Islam dan timbulnya berbagai malapetaka yang menimpa dunia Islam, maka kita di sini yakin bahwa bangkitnya kembali dunia Islam dari keterpurukannya pun hanya mungkin melalui tegaknya kembali al Khilafah itu. Khilafahlah yang akan menyatukan kaum muslimin di seluruh dunia, menerapkan syariah secara kaffah dan menghadapi adikuasa jahiliah darimanapun datangnya, sehingga rahmatan lil alamin yang telah dijanjikan Allah akan terwujud.

Muktamar Tokoh Umat ini bertajuk Syariah dan Khilafah Mewujudkan Islam Rahmatan Lil alamin. Tema ini sungguh sangat releven, mengingat negeri kita ini, juga negeri muslim lain di seluruh dunia saat ini sedang terbelit berbagai macam masalah dan penderitaan. Berbagai upaya sudah dilakukan namun tidak kunjung segera membuahkan hasil. Rezim berulang berganti, namun tidak ada perubahan yang berarti. Yang ada hanyalah pergantian. Ganti presiden, ganti menteri, ganti gubernur, ganti walikota dan bupati, tapi hasilnya tetaplah sama. Kemiskinan dan penderitaan tetap terjadi dimana-mana, kriminalitas dan kemaksiatan tetap merajalela, kemungkaran juga tidak dapat dihentikan.

Dalam pandangan Islam, sesungguhnya hal itu terjadi karena ummat Islam telah berpaling dari penerapan syariah ALLAH secara kaffah. Kita mungkin telah menjalankan syariah, namun syariah yang kita lakukan baru sebatas lingkup pribadi (seperti shalat zakat puasa), belum mencakup syariah dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara (seperti dalam kehidupan ekonomi, politik, sosial-budaya dan lainnya), sehingga menyebabkan timbulnya berbagai persoalan. ALLAH menyampaikan di dalam QS Thaha : 124

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيامَةِ أَعْمى

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (dari Syariat Ku), maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan membangkitkannya dalam keadaan buta”, (Thaha [20]: 124)

Maka, ketika kita kembali kepada Syariah ALLAH, yakinlah bahwa kita akan mendapatkan banyak sekali kebaikan-kebaikan atau maslahah, yang sesungguhnya menjadi dambaan bukan hanya umat Islam, tapi semua insan di muka bumi ini. Keyakinan akan terwujudnya maslahah dalam penerapan syariah itulah yang harus dijelaskan kepada semua pihak agar mereka dapat memahami sehingga pada akhirnya bersedia mendukung. Tema utama inilah yang akan dipaparkan pada Muktamar ini, bahwa penerapan syariah secara kaffah dalam naungan Khilafah akan memberikan kebaikan, kebahagiaan dan kesejahteraan kepada kita semua, dengan kata lain akan memberikan rahmat bagi seluruh alam atau rahmatan lil alamin.

Muktamar Tokoh Umat ini adalah salah satu cara yang ditempuh oleh HTI untuk meyakinkan semua pihak, khususnya para tokoh tentang bagaimana rahmatan lil alamin hanya mungkin bisa diujudkan melalui penerapan syariah secara kaffah di bawah naungan khilafah. Di sinilah pentingnya perjuangan untuk tegaknya syariah dan khilafah, karena melalui perjuangan ini sajalah Islam rahmatan lil alamin bisa diwujudkan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY