BOGORAYA - Telat Membayar BPJS, Denda Rp 30 Juta | http://bogoraya.com
BOGORAYA - Telat Membayar BPJS, Denda Rp 30 Juta | http://bogoraya.com

bogoraya.com, Bogor – Menyikapi masih banyaknya peserta BPJS Kesehatan mandiri yang masih menunggak pembayarannya. Kemarin (24/3) BPJS Kesehatan Kota Bogor melakukan forum komunikasi bersama Sekda Kota Bogor. Dalam forum tersebut, pihaknya akan memberlakukan denda maksimal Rp 30 juta bagi peserta yang menunggak.

“Tujuan denda ini untuk mendidik jangan hanya bayar ketika sakit saja,” tegas Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Bogor Anurman Huda.

Ia pun menyesalkan, kesadaran membayar iuran BPJS Kesehatan peserta mandiri masih sangat rendah. Padahal dampak dari para penunggak bukan hanya bagi pesertanya sendiri tetapi juga BPJS Kesehatan Kota Bogor dan Rumah Sakit karena peserta tersebut tidak aktif membayar. “Ada sekitar 40 ribu peserta yang menunggak iuran dengan total kerugian 8 Milliar,” tambahnya.

Masih di forum tersebut, Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, bagi 40 ribu orang peserta BPJS Kesehatan mandiri yang menunggak harus dilakukan verifikasinya. Apakah peserta tersebut benar tidak mampu membayar atau memang kurang kesadaran dirinya.

Namun, jika ternyata memang benar tidak mampu ini menjadi tugas Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar masyarakat tidak mampu bisa masuk ke Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). “Terkait tunggakannya, Pemkot belum mendapatkan formula untuk menyelesaikan hutang 8 Milliar tersebut,” sampainya.

Ia pun menambahkan, saat ini pegawai K2 di Pemkot Bogor juga belum bisa terdaftar di BPJS Kesehatan. Hal ini karena ada peraturan bagi peserta BPJS yang harus dikalikan dengan UMK sementara gaji K2 belum mencapai UMK.

Padahal Pemkot Bogor sudah menganggarkan di bagian Dinas Pendidikan sebagai bentuk keberpihakan Pemkot kepada guru honorer. “Kedepan ini harus ada jalan keluarnya, agar anggaran juga bisa terserap dan tidak mubazir,” pungkasnya. (RF)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY