BOGORAYA - Foodcourt Ah Poong Cemari Sungai? Komisi III DPRD Kabupaten Bogor: Kita Akan Panggil | http://bogoraya.com
BOGORAYA - Foodcourt Ah Poong Cemari Sungai? Komisi III DPRD Kabupaten Bogor: Kita Akan Panggil | http://bogoraya.com

bogoraya.com, Bogor – Foodcourt Pasar Ah Poong, Sentul, Kabupaten Bogor, tersandung permasalahan terkait beberapa pencemaran Sungai Ciliwung-Cisadane. Pasalnya, Komisi III DPRD Kabupaten Bogor akan menjadwalkan pemanggilan terhadap pengelola foodcourt ternama tersebut untuk menindaklanjuti investigasi yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane.

“Kita pernah panggil pengelola Ah Poong beberapa waktu lalu. Meminta Satpol PP penyegelan juga sudah. Tapi kan UU Nomor 7 Tahun 2004 Tentang SDA dicabut, jadi segelnya tidak berlaku lagi,” tutur Ketua Komisi III, Wawan Haikal Kurdi.

Ia pun menambahkan, dengan adanya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 28 Tahun 2009 yang mengatur daya tampung dan pencemaran air, Pemerintah Kabupaten Bogor bisa menggunakan aturan ini untuk menertibkan Ah Poong.

“Tak menutup kemungkinan, Komisi III akan mengundang pihak BBWS untuk sama-sama membahas persoalan Pasar Terapung Ah Poong. Masalah Ah Poong, harusnya tak perlu ada jika SKPD teknis di Kabupaten Bogor tak memberikan izin kepada pengelola atau investor untuk mem bangun pasar terapung di atas Sungai Cikeas itu,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala BBWS Ciluwung-Cisadane, T. Iskandar menegaskan, Permen LH Nomor 28 Tahun 2009 dapat dijadikan pijakan Pemkab Bogor untuk me nindak pengelola Pasar Ah Poong.

“Keberadaan restoran di ping gir sungai yang masuk DAS Kali Bekasi itu bisa mencemari kondisi air, dengan kata lain, petugas bisa menindaknya dengan landasan aturan Permen LH ini,” sampainya. (RF)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY