BOGORAYA - DPC HTI Sukaraja Gelar Diskusi Peran Pengusaha dalam Dunia Islam | http://bogoraya.com
BOGORAYA - DPC HTI Sukaraja Gelar Diskusi Peran Pengusaha dalam Dunia Islam | http://bogoraya.com

Bogorya.com, Bogor – DPC HTI Sukaraja Kab. Bogor kembali menggelar acara diskusi seputar dunia Islam pada Ahad (20/3) pagi, di Kantor DPD II HTI Kota Bogor. Dengan mengangkat tema “Posisi Pengusaha dalam Penegakkan Syariah dan Khilafah”, acara ini dihadiri oleh 25 pelaku usaha kecil dan menengah yang berasal dari wilayah sekitar Sukaraja.

“Pengusaha harus berpikir cerdas dan serius tentang investasi menguntungkan untuk akhirat. Investasi yang sangat menguntungkan tidak lain dan tidak bukan adalah kita ngaji dan berdakwah. Dengan mengaji, seorang pengusaha akan tahu akan halal-haram sebuah aktivitas bisnis,” ujar Ridwan Hakim, Pembicara sekaligus Ketua DPC HTI Sukaraja kepada bogoraya.com.

Selain itu katanya dalam penyampaian materi, tatkala melakukan aktivitas yang halal maka akan mendapatkan pahala. “Demikian juga ketika terlibat aktif dalam berdakwah, bukan hanya akan menyelesaikan kerumitan bisnis yang dihadapi akibat diterapkannya sistem kapitalis juga akan mendapat pahala atas aktivitas dakwah yang dilakukan,” sampainya.

bogoraya-dpc-hti-sukaraja-gelar-diskusi-peran-pengusaha-dalam-dunia-islam2

Pembicara selanjutnya, Dian Yuhendar, Direktur CV. Detail Enginering mengatakan, pengusaha punya peran besar dalam keberhasilan dakwah untuk melanjutkan kehidupan islami seperti Khodijah pengusaha sukses yang menyokong penuh dakwah Rasulullah SAW, Usman bin Affan, Abubakar Ashiddiq, Abdurahman bin Auf mereka adalah juga pengusaha yang menjadi tulang punggung dakwah rasul pada masa itu,” ungkapnya pada peserta.

Selain itu, hadir juga pembicara, ‘Coach Bill’ Yedi Jupriadi, CEO Muslim Entrepreneur Academy yang tampil atraktif. Dia juga menyatakan, pengusaha dalam sistem kapitalis saat ini harus melibatkan Allah sebelum melakukan aitifitas bisnisnya baru kemudian bertindak dengan ilmu bisnis, sehingga bisnis yang dijalankan senantiasa terhindar dari cara cara haram.

“Apakah bisnis yang dijalankan sudah sesuai dengan tuntunan syariah? Sudahkah selalu bertanya tentang hukum syariah terkait apa yang akan dilakukan dalam menjalankan bisnis? Sudahkah mengkaji sebelum berbuat sampai kita merasa tentram bahwa hukum syariah yang diambil adalah yang paling benar? Ingatlah pernyataan Imam Malik: Siapa yang tidak mempelajari hukum-hukum jual beli niscaya ia memakan riba, suka atau enggan,” katanya. (BEN)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY