Foto: Istimewa

Berhias di depan suamimu, itulah sunah dari nabimu. Tak butuh dan tak perlu harus berdandan cantik diluar rumahmu. Diluar sana berkebalikan berlaku, banyak isteri merasa perlu berdandan bak ratu, sementara dirumah berdandan bak babu. Duhai para isteri merasa cukuplah peranmu sebagai ummu, dengan itu kau sudah jadi ratu bagi anak dan suamimu.

Jikalapun keluar dari rumahmu karena melakukan kewajiban dakwah yang kau seru kepada sesama kaummu. Jilbab sederhanamu sudah penuhi perintah Rabbmu, jadi tak usah merasa perlu berdandan kemayu di depan lawan jenismu. Itu adalah bagian dari tabaruj, menyalahi perintah Rabb-mu.

Pengertian Tabarruj

Wa al-tabarruj: idzhaar al-mar`ah ziinatahaa wa mahaasinahaa li al-rijaal (tabarruj adalah menampakkan perhiasan dan anggota tubuh untuk menarik perhatian laki-laki non mahram.”

Di dalam kitab Zaad al-Masiir dinyatakan: Tabarruj, menurut Abu ‘Ubaidah, adalah seorang wanita menampakkan kecantikannya.

Larangan Bertabarruj

“Perempuan-perempuan tua yang telah berhenti haidl dan kehamilan yang tidak ingin menikah lagi, tidaklah dosa atas mereka menanggalkan pakaian mereka tanpa bermaksud menampakkan perhiasannya (tabarruj).” (QS. al-Nuur:60)

Mafhum muwafaqah ayat ini adalah, “jika wanita-wanita tua yang telah menophouse saja dilarang melakukan tabarrauj, lebih-lebih lagi wanita-wanita yang belum tua dan masih punya keinginan nikah.”

Perbuatan yang termasuk kategori tabarruj:

  1. Mengenakan pakaian tipis dan pakaian ketat yang merangsang

    “Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya aku tidak pernah melihatnya; yakni, sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti seekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia; dan wanita yang membuka auratnya dan berpakaian tipis merangsang berlenggak-lenggok dan berlagak. Mereka tidak akan dapat masuk surga dan mencium baunya. Padahal, bau surga dapat tercium dari jarak sekian-sekian.”
    (HR. Imam Muslim)
  2. Mengenakan wewangian dihadapan laki-laki asing 

    “Siapapun wanita yang memakai wewangian kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium baunya, berarti ia telah berzina.” (HR. Imam al-Nasaaiy)“Ketahuilah, parfum pria adalah yang tercium baunya, dan tidak terlihat warnanya. Sedangkan parfum wanita adalah yang tampak warnanya dan tidak tercium baunya.” (HR. Imam Ahmad dan Abu Dawud)

  3. Berhias terhadap laki-laki asing (bukan mahram atau suaminya)

    “Seorang wanita dilarang berhias untuk selain suaminya.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan al-Nasaaiy)
  4. Berdandan berlebihan

    “Janganlah mereka memukul-mukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS. An-Nuur:31)
  5. Membuka sebagian aurat

    “Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya aku tidak pernah melihatnya; yakni, sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia; dan wanita yang membuka auratnya dan berpakaian tipis merangsang berlenggak-lenggok dan berlagak, kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan dapat masuk surga dan mencium baunya. Padahal, bau surga dapat tercium dari jarak sekian-sekian.” (HR. Imam Muslim)
  6. Menghilangkan tahi lalat dan meratakan gigi

    “Allah mengutuk orang yang membuat tahi lalat, dan orang yang minta dibuatkan tahi lalat, orang yang mengerok alisnya, dan orang yang memangur giginya (meratakan gigi dengan alat) dengan maksud untuk memperindah dengan mengubah ciptaan Allah”. Kemudian Ummu Ya’qub menegurnya,”Apa ini?” Ibnu Mas’ud ra berkata, “Mengapa saya tidak mengutuk orang yang dikutuk oleh Rasulullah saw; sedangkan di dalam kitab Allah, Allah swt berfirman, “Apapun yang disampaikan oleh Rasul kepadamu, laksanakanlah dan apa pun yang dilarangnya maka jauhilah”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Wallahu’alam bi showab []

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY