Foto: Istimewa

Bogoraya.com, Bogor – Adanya rencana pembangunan jalur alternatif menuju Puncak, dengan melintasi Cibeureum-Citeko yang melewati lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Gunung Mas membuat Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Haikal Kurdi meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) berpikir dua kali sebelum merealisasikan wacana itu. “Tentu tidak mudah karena lahannya miliki BUMN, swasta dan masyarakat. Lumayan banyak dan komplek yang harus dibebaskan. Lebih baik dikaji secara lebih matang oleh Bappeda,” katanya.

Hal senada pun datang dari warga Megamendung, Iyus Hadi Wibawa, yang menganggap pembangunan jalan itu bukan untuk kepentingan masyarakat. Namun cenderung pada kepentingan pengusaha wisata yang ada di kawasan Cisarua. “Di kawasan itu bukan pemukiman penduduk dan jarang dilalui warga. Jadi, pembangunan jalan itu bukan sesuatu yang mendesak. Karena memang jarang dipakai masyarakat kok,” sampainya.

Namun berbeda pendapat dengan Kepala Administrator PTPN VIII,Direksi PTPN VIII Gunung Mas, Tri Hermawan yang mendukung rencana pembuatan jalur alternatif itu. “Sangat baik ya karena untuk mengurai kemacetan Puncak. Kami siap membantu bila pemda akan menggunakan lahan PTPN VIII,” singkatnya. (RF)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY