bogoraya.com, Bogor – Salah satu warga Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, mengaku terkejut ketika dirinya hendak membuat Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), karena ada selembaran pernyataan yang mengharuskan dirinya telah menerima sosialisasi pajak, mendapat starterkit, serta buku hak dan kewajiban pajak. “Kami disuruh menandatangani surat pernyataan, padahal kami tak pernah menerima starterkit maupun buku panduan hak dan kewajiban pajak,” ujarnya pada rekan media.

Hal senada pun diungkapkan oleh Ricky Anggara, seorang warga Kecamatan Mega Mendung. “Jadi saya disuruh berbohong oleh pihak KPP Pratama Ciawi dengan membuat surat pernyataan yang padahal saya tidak pernah menerima itu semua, ini harus segera diselidiki oleh pihak berwajib,” ungkap Ricky Anggara. Dari Informasi yang didapat, kejadian ini sudah lama terjadi dari tahun 2015 lalu.

Ditemui oleh bogoraya.com, pihak KPP Pratama Ciawi menjelaskan, memang ada anggaran untuk starterkit dan buku panduan hak dan kewajiban pajak. “Memang ada anggarannya dari pusat untuk pengadaan starterkit dan buku panduan hak dan kewajiban pajak tersebut,” kata Kasi Pelayanan KPP Pratama Ciawi Syifa. Namun terkait hal tersebut, dia mengakui bahwa ada faktor kelupaan yang dilakukan oleh para penjaga loket. “Mungkin penjaga loketnya lupa untuk memberikan starterkit dan buku panduan hak dan kewajiban pajak tersebut kepada masyarakat. Tapi nanti akan saya sosialisasikan lagi dan akan saya berikan hak-hak pemohon tersebut melalui Kantor Pos nantinya,” sampainya. (RAN

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY