Foto: istimewa

Harapan setiap pasangan kepada pasangannya, salah satunya bahwa pasangangannya saat ini menjadi pasangan ideal. Pasangan ideal bukanlah dicari, tapi dibentuk melalui sebuah proses ketika dan selama berkeluarga. Kali ini kita akan berbicara, bagaimana menjadi suami ideal.

Pertama, sholih, yang baik akhlaknya “Apabila datang laki-laki untuk melamar yang kamu ridhai agamanya dan akhlaknya, maka kawinkanlah” Hanya seorang lelaki yang baik akhlaknya yang akan muliakan keluarganya. Rasulullah: “dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku” (HR. Ibnu Hibban)

Akhlak terbaik suami adalah penyayang dan lemah lembut “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka (QS. Ali Imron 159). Seorang lelaki yang baik agama dan akhlaknya tidak akan pernah berpikir untuk selingkuh. Karena pernikahan adalah mistaqon gholidhan, janji yang kuat.

Kedua: yang punya kemampuan (al-ba’ah). Kemampuan fisik dan kemampuan finansial. Al-ba’ah seorang suami, ditunjukkan dengan mampu nafkahi lahir dan batin. Punya pekerjaan atau punya penghasilan. Imam Ash Shan’ani dalam kitabnya Subulus Salam juz III hal. 109 menyatakan bahwa al ba`ah dalam hadits anjuran menikah, maksudnya adalah jima’.

Ketiga: mau dan mampu menerima kekurangan pasangan. Menuntut kesempurnaan itu boleh, tapi tidak harus dan tidak wajib. Tidak ada manusia yang sempurna. Hadits: . Jika dia tidak menyukai satu perangainya maka dia akan menyenangi perangainya yang lain. (HR Muslim).

Mendapati calon suami ideal adalah sebuah kesyukuran, namun jika belum mendapatkannya selama berkeluarga saat ini, maka tetap positif thinking kepada Allah. Mungkin Allah sedang mengajak kita bekerja keras, mengidealkan suami kita yang sudah kita pilih. Husnudzon kepada Allah. Demikian pula bagi suami juga harus berusaha keras untuk menjadi suami ideal.

Hampir dari kita jika diminta untuk memilih, tentu hampir semuanya memilih untuk diberi pasangan yang sempurna dan ideal. Pilihan itu tidak ada salahnya alias sah-sah saja jika memilih untuk memiliki suami yang gagah, kaya, keturunannya baik, dan agamanya juga mumpuni. Sungguh sebuah gambaran yang ideal. Namun yang bersama harus kita pahami, adakalanya semua sifat yang kita inginkan dan impikan itu tidak berkumpul jadi satu pada pasangan hidup kita.

Oleh karena itu, idealis boleh, tapi harus dilihat realitanya. Sifat ini, hampir-hampir tidak didapati kecuali pada diri segelintir orang yang hati mereka disinari petunjuk oleh Allah. []

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY