bogoraya - Gepeng-Bogor-(BR)
bogoraya - Gepeng-Bogor-(BR)

bogoraya.com, Bogor – Menurut data dari Dinas Tenaga Kerja, Sosial, dan Transmigrasi Kota Bogor, tercatat tahun lalu, jumlah gelandangan dan pengemis (Gepeng) mencapai 402 orang, diantaranya 216 gelandangan, 140 anak jalanan dan 46 Pekerja Seks Komersil. Kini Disnakersostrans Kota Bogor mengaku bingung mengurus nasib para gepeng tersebut. “Penjaringan pada tahun ini akan dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun yaitu pada Januari dan Juni. Untuk razia PSK ada lima jadwal agenda,” ujar Kepala Disnakersostrans Kota Bogor, Anas S Rasmana.

Anas juga mengatakan, kelemahan yang terjadi di Kota Bogor ini adalah tidak adanya fasilitas mengenai panti sosial. “Tidak adanya panti sosial di Bogor, adanya di Jakarta yang mengurusi tentang pengemis, gelandangan dan anak jalanan, kalau memang adakan lebih dekat, tidak terkendala oleh alat transportasi dan yang pasti hubungan kita lebih akrab karena sama-sama orang Bogor,” lanjutnya.

Pada 2015 sendiri, sama sekali tidak ada penyaringan untuk gepeng dan anak jalanan. Problematika yang sedang dialami oleh Disnakertrans dalam penanganan gepeng, adalah menyangkut ketentuan yang berlaku di panti sosia,l salah satunya seperti, usia yang harus dibawah 50 tahun. “Banyak sekali pengemis-pengemis yang tidak masuk kriteria karena melebihi ketentuan. Seperti, yang di Jembatan Merah itu usianya sudah melebihi usia produktif yaitu kisaran 60 tahun keatas sebenarnya itu yang menjadi dilemma bagi kita,” tutupnya. (RF)

Foto:Fauzi Prabowo

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY