bogoraya - Banprov DKI Tertahan, 200 Villa di Puncak Gagal Dirubuhkan
bogoraya - Banprov DKI Tertahan, 200 Villa di Puncak Gagal Dirubuhkan

bogoraya.com, Bogor – Sepertinya rencana Pemerintah Kabupaten Bogor untuk membongkar 200 bangunan liar di kawasan Puncak dipastikan batal. Hal tersebut pengaruh dari ditundanya dana hibah dari Provinsi DKI Jakarta, hingga Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan, Oktober mendatang. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah menjelaskan, penertiban di Puncak sebenarnya sangat didukung Pemprov DKI, untuk mengembalikan beberapa kawasan konservasi menjadi lahan terbuka hijau. “Sebenarnya, DKI sangat mendukung penertiban itu. Makanya, kami mengajukan dana untuk pembongkaran. Karena waktunya yang mepet. Jadi ini merupakan salah satu yang kami hapus dalam revisi pengajuan banprov itu,” ujarnya pada salah satu pewarta Bogor.

Menurutnya, ada kesalahan teknis dalam proses penganggaran di Pemprov DKI yang berimbah pada usulan baru akan dimasukkan dala KUA/PPAS Perubahan, Oktober mendatang. “Ada kesalahan teknis. Jadi dana itu rencananya baru turun pada Oktober,” lanjutnya. Ia pun menambahkan, beberapa pengajuan yang meliputi pembangunan jalan di wilayah barat Kabupaten Bogor, juga dihapus. Pasalnya, pengerjaannya tidak selesai dalam waktu tiga bulan sebelum tahun anggaran berakhir. “Karena ada perubahan jadwal pengucuran dana, beberapa yang konsumtif dihapuskan,” tutupnya. (RF)

Foto : Istimewa

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY