bogoraya - Pendataan Warga Miskin Kabupaten Bogor Berbeda, Raskin Tak Merata (2)
bogoraya - Pendataan Warga Miskin Kabupaten Bogor Berbeda, Raskin Tak Merata (2)

bogoraya.com, Bogor – Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bogor, Roy Khaerudin, berharap, ada perbaikan data warga miskin oleh Pemerintah Pusat. Pasalnya, data yang ada saat ini dianggap tidak sesuai dengan fakta yang ada, sehinggaa sempat membuat aparat ditingkat desa diprotes oleh warganya. “Data warga miskin menurut data Pemerintah Kabupaten Bogor yang disurvey oleh aparat desa atau RW sebanyak 190 ribu. Sementara data BPS, jumlahnya hanya 140 ribu orang. Hal ini pulalah yang mengakibatkan, tidak semua masyarakat mendapatkan bantuan beras miskin (raskin),” ujarnya kepada media lokal Bogor, Rabu (3/2).

Ia menambahkan, akibat perbedaan data tersebut, banyak para Kepala Desa ataupun Lurah, tidak mengambil raskin setiap bulan di Gudang Bulog, Dramaga. “Saat ini karena jumlah rakyat miskin tidak sesuai, para Kades atau Lurah tengah mengambil atau membeli jatah raskin per tiga atau enam bulan sekali. Hal ini dilakukan, agar pembagian beras raskin merata,” tambahnya.

Roy melanjutkan, ketimbang di desa, banyak juga warga perkotaan yang membutuhkan bantuan raskin akibat minim atau rendahnya pendapatan. “Saat ini jatah bantuan raskin banyak diambil oleh wilayah perkotaan seperti Citeureup, Klapa Nunggal, Bojonggede atau wilayah-wilayah lainnya, ketimbamg wilayah perdesaan seperti Sukajaya dan Cibungbulang. Kalau diperdesaan kan makanan lebih mudah dicari, karena umumnya mereka petani. Tetapi kalau dikota kan mereka tak punya lahan pertanian, jadi semuanya musti beli,” tutupnya. (RF)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY