Bogoraya.com
Bogoraya.com

Bogoraya.com – Ekonomi konvensional yang diajarkan di sekolah maupun perguruan tinggi pada umumnya mambahas ilmu ekonomi dan sistem ekonomi secara satu kesatuan. Dalam artian mencampur adukan keduanya. Padahal dari segi karakteristik sangat berbeda.

Agar sederhana dalam memahami, kita ambil contoh bensin. Jika dipandang dari kacamata ekonomi maka akan muncul beberpa pertanyaan. Pertama, bagaimana cara menghitung biaya produksinya? Bagaimana cara menghitung profit dari 1 liter bensin? Bagaimana cara produksi yang lebih efisien? Bagaimana cara memproduksi bensin yang ramah lingkungan?

Kedua, pertanyaan lebih lanjut siapa yang berhak memproduksi bensin? Apakah boleh individu atau perusahaan. Siapa saja yang berhak mengeksploitasi sumber daya alam? Bagaimana cara agar bensin dan sumber bahan bakar lainnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara merata?

Dari sini kita dapat melihat, pertanyaan pertama berkaitan dengan ilmu ekonomi. Sedangkan pertanyaan kedua terkait sistem ekonomi.

Dari contoh tersebut terlihat perbedaan karakteristik. Ilmu ekonomi adalah seperangkat tools (alat) yang digunakan manusia untuk menghitung proses produksi, biaya produksi, efisiensi, dan masalah lain yang terkait. Intinya ilmu ekonomi membahas masalah produksi dan peningkatan kualitas produksi. Tujuan akhirnya untuk mengetahui biaya (cost) yang harus dikeluarkan dan berapa keuntungan (benefit) yang akan didapat.

Sebagai alat, maka ilmu ekonomi bersifat netral dan universal. Berlaku bagi semua bangsa, keyakinan dan ideologi. Dalam kasus diatas, bagaimana memproduksi bansin yang murah dan ramah lingkungan. Ini terkait masalah teknologi tepat guna. Negara manapun terlepas apa sistem politik dan ideologi dapat berlomba-lomba menemukan teknologi terbaik dalam memproduksi bensin.

Adapun sistem ekonomi berkaitan dengan pengaturan pemanfaatan sumber daya ekonomi. Maka pandangan, keyakinan,  ideologi suatu negara akan menentukan kebijakan bagaimana  sebuah negara mengatur distribusi kekayaan, konsep kepemilikan, cara pemanfaatan atau perolehan sumber daya tersebut.

Negara bercorak kapitalis memandang bensin dan sumber bahan bakar lain sebagai komoditas untuk mencari laba. Selama menguntungkan swasta boleh memiliki dan memproduksi sumber daya alam.

Kaum kapitalis kebingungan  memahami kebutuh dan alat pemuasnya, proses produksi dan pendistribusiannya, menjadikan semua dalam satu pembahasan jelas merupakan kesalahan fatal. Maka penting memahami perbedaan ekonomi sebagai sistem dan ilmu.

Hanya Islam dengan syariatnya yang agung yang memiliki konsep yang jelas tentang sistem dan ilmu ekonomi, juga tentang pengaturan kepemilikan, pemanfaatan dan distribusi. (FAR)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY