bogoraya - Banprov DKI Jakarta Tertahan, Bupati Bogor Tidak Bisa Memaksa Mereka Juga
bogoraya - Banprov DKI Jakarta Tertahan, Bupati Bogor Tidak Bisa Memaksa Mereka Juga

bogoraya.com, Bogor – Tahun ini Pemprov DKI Jakarta memberhentikan penyaluran dana hibah untuk Kota/Kabupaten di Jabodetabekjur, dan Pemkab Bogor termasuk di dalamnya. Meski begitu, Bupati Bogor, Nurhayanti mengatakan, Banprov DKI dibahas melalui Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cianjur (Jabodetabekjur) terlebih dahulu. “Kalau mau dikasih, yang jangan terlalu lama, supaya bisa segera digunakan. Kalau tidak dikasih ya tidak apa-apa. Kita tidak bisa memaksa mereka juga,” ujarnya pada pewarta Bogor.

Ia hanya meminta Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama menepati janji kepada masyarakat Cileungsi sesuai dengan tuntutannya soal pengangkutan sampah. “Khusus janji ke masyarakat Cileungsi saya kira harus dipenuhi,” lanjutnya.
Sebelumnya, Pemkab Bogor telah mengajukan bantuan kepada Pemprov DKI sebesar Rp 100 miliar untuk penanganan banjir. Sayangnya, usaha ini sia-sia lantaran terganjal keterlembatan administrasi.

Serta tahun lalu, Pemkab Bogor mengembalikan dana hibah sebesar Rp 66,4 miliar kepada pemerintah DKI Jakarta. Pengembalian itu karena proyek penanganan banjir yang sedianya dikerjakan pemerintah Kabupaten Bogor batal dikerjakan. Proyek itu adalah menggabungkan Situ Cikaret dan Situ Kabantenan untuk menahan laju air ke Jakarta. Waktu yang tersedia untuk pembebasan lahan tidak cukup, sehingga anggaran bantuan tak terserap. Dan Pemkab Bogor pada tahun lalu juga merealisasikan banprov untuk beberapa proyek, diantaranya pembenahan Daerah Aliran Sungai Ciliwung dan Angke Rp 2,5 miliar, pembuatan lubang biopori di dua aliran sungai itu Rp1 miliar dan penanaman pohon di wilayah kedua sungai itu Rp 750 juta.

Kemudian, untuk pembebasan lahan untuk menggabungkan dua situ yakni Situ Cik aret dan Kabantenan dengan total anggaran setengah dari dana hibah yang diberikan Jakarta yakni mencapai Rp 36,5 miliar. Selain untuk menanggulangi banjir Jakarta, dana hibah itu dipakai untuk penataan pasar hewan Jonggol Rp 5,4 miliar, pembangunan ipal dan peralatan pendukung rumah potong hewan Citaringgul dan Jonggol Rp 10 miliar, pembangunan empat unit halte APTB Rp650 juta, pembangunan stimulan jamban sehat di DAS Ciliwung sebesar Rp 2 miliar dan pengadaan lima truk ambrol Rp 2,5 miliar. (RF)

Foto : Istimewa

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY