bogoraya - Sering Terjadi Kecelakaan, Turunan Selarong Puncak Butuh Jalur Evakuasi Darurat
bogoraya - Sering Terjadi Kecelakaan, Turunan Selarong Puncak Butuh Jalur Evakuasi Darurat

bogoraya.com, Bogor – Turunan Selarong yang terletak di Jl. Raya Puncak, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, kerap kali terjadi kecelakaan lalu lintas sampai menimbulkan korban jiwa. Contohnya yang terjadi pada akhir tahun lalu, hingga menewaskan tiga orang, akibat bus ¾ milik TNI AD yanh mengalami rem blong. Menanggapi hal itu, Kabid Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan Jembatan pada Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor, Asep Ruhiyat menjelaskan, kontur jalan bergelombang diturunan Selarong dipengaruhi faktor usia Jalan Puncak yang telah puluhan tahun tidak dibangun baru. Selain itu, jalan berlipat itu juga timbul karena banyaknya kendaraan yang menghentikan putaran roda saat melewati jalan tersebut.

“Supaya bisa kembali lurus, harus ada peremajaan dua kali, lalu dibeton. Saya rasa, Kemen PU harusnya sudah berpikir kearah pembangunan jalan baru di Puncak,” tuturnya. Asep pun mengakui sudah menerima permintaan pembangunan jalur daruat di Selarong, dan jalur tersebut sudah sejalan dengan Detail Engineering Design (DED) milik Pemerintah Kabupaten Bogor. “Jalur itu cuma butuh luas 122×122 meter persegi. Tapi lahannya harus dibebaskan dulu karena di jalur itu sekarang berdiri rumah dan vila punya warga. Tahun ini sih sudah direncanakan pembangunannya. Tapi masih terkendala administrasi,” tambahnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Bramastyo Priaji pun tak menampik turunan itu cukup panjang dan memiliki tikungan tajam. “Memang rawan, karena panjang dan menikung tajam. Umumnya, kecelakaan terjadi di Selarong saat jalan lengan, kan kalau padat lebih terkontrol. Selain itu, kontur jalan bergelombang juga mempengaruhi,”ujarnya.

Ia pun sudah mengajukan pembuatan jalur darurat di Selarong yang bisa digunakan pengendara untuk menghentikan kendaraannya secara tiba-tiba, dibuat sedikit menanjak dan dipenuhi pasir untuk membantu kendaraan mudah berhenti. “Turunan Selarong itu sebenarnya lebar. Dibuat begitu kan supaya pandangan pengguna jalan tidak sempit. Tapi, kondisi lebar itu malah dianggap harus melaju kencang. Mayoritas sih korbannya bus dan truk yang remnya blong dan menghantam motor. Makanya perlu jalur evakuasi,” tutupnya. (RF)

Foto : Istimewa

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY