bogoraya - Harga Lahan Terlalu Mahal, Proyek Gabungan Terminal Laladon-Bubulak Gagal
bogoraya - Harga Lahan Terlalu Mahal, Proyek Gabungan Terminal Laladon-Bubulak Gagal

bogoraya.com, Bogor – Rencana penggabungan Terminal Laladon dengan Bubulak yang menjadi butir kesepakatan kerja sama Bogor Economic Summit (BES) antara Pemkab dengan Pemkot Bogor, gagal. Hal ini disebabkan oleh harga tanah yang ditawarkan warga sekitar sangat mahal. “Kami tak bisa melebarkan Terminal Laladon, lantaran terpentok harga tanah yang mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta/meternya,” ujar Kepala Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, R. Soebiantoro.Menurutnya, Pemkab Bogor tidak memiliki anggaran untuk membeli lahan warga tersebut. “Pemkab tidak memiliki anggaran yang cukup, untuk membebaskan lahan milik warga, sehinga dengan sangat terpaksa perluasan terminal dibatalkan,” tuturnya.

Dalam BES yang telah ditandatangani sebelumnya oleh petinggi-petinggi Kota Hujan, disepakati bahwa wilayah perbatasan tidak perlu memiliki dua terminal, sehingga diputuskan Bubulak digabung ke Laladon. Dan keputusan penggabungan ini disetujui DPRD dari kedua wilayah.
“Syarat utama penggabungan dua terminal di wilayah perbatasan itu kan Terminal Laladon harus dilebarkan, karena luas arealnya yang ada saat ini tak akan cukup menampung angkot baik dari Kabupaten maupun Kota Bogor,” jelas Soebiantoro.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD, M. Romli membenarkan harga pasaran tanah di sekitar Laladon itu meningkat drastis, setelah adanya proyek jalan lingkar Laladon. “Wilayah perbatasan antara Kabupaten dengan Kota Bogor sekarang ini telah berkembang pesat, kondisi itu mengakibatkan harga tanah melambung,” singkatnya. (RF)

Foto : Istimewa

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY