BOGOR RAYA - Makna Politik Islam
BOGOR RAYA - Makna Politik Islam

bogoraya.com, Politik di dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah siyasah.  Oleh sebab itu, di dalam buku-buku para ulama salafus shalih dikenal istilah siyasah syar’iyyah, misalnya. Dalam kamus-kamus bahasa Arab, siyasah berakar kata sâsa-yasûsu. Dalam kalimat sâsa addawabba yasûsuha siyâsatan  berarti qâma’alaihâ wa râdlahâ wa addabahâ (mengurusinya, melatihnya, dan mendidiknya).

Bila dikatakan sâsa al amra artinya dabbarahu (mengurusi/mengatur perkara). Begitu juga bila dikatakan, sistu ar ra’yyata siyâsatan artinya adalah amartuhâ wa nahaituhâ, yakni ra’aitu syu-unihâ bil awâmiri wan nawâhi. Dalam bahasa Indonesianya berarti saya mengurusi gembalaan, saya memerintah dan melarang gembalaan, yakni saya mengurusi urusan-urusannya dengan perintah dan larangan (Lihat kamus Al Muhith (Arab ke Arab) dan Al Munawwir (Arab ke Indonesia) tentang sâsa).

Jadi, asal makna siyasah (politik) tersebut diterapkan pada pengurusan dan pelatihan gembalaan. Lalu, kata tersebut digunakan dalam pengaturan urusan-urusan manusia dan pelaku pengurusan urusan-urusan manusia tersebut dinamai politisi (siyâsiyun). Dalam realitas bahasa Arab dikatakan bahwa ulul amri mengurusi (yasûsu) rakyatnya saat mengurusi urusan rakyat, mengaturnya, dan menjaganya.  Begitu pula dalam perkataan orang Arab dikatakan: ‘Bagaimana mungkin rakyatnya terpelihara (masûsah) bila pemeliharanya ngengat (sûsah)’, artinya bagaimana mungkin kondisi rakyat akan baik bila pemimpinnya rusak seperti ngengat yang menghancurkan kayu.

Dengan demikian, politik merupakan pemeliharaan (ri’ayah), perbaikan (ishlah), pelurusan (taqwim), pemberian arah petunjuk (irsyad), dan pengadaban (ta`dib). Rasulullah SAW sendiri menggunakan kata politik (siyasah) dalam sabdanya: “Adalah Bani Israil, mereka diurusi urusannya oleh para nabi (tasusuhumul anbiya).  Ketika seorang nabi wafat, nabi yang lain datang menggantinya.  Tidak ada nabi setelahku, namun akan ada banyak khalifah(HR. Bukhari Muslim).

Jelaslah bahwa politik atau siyasah itu makna awalnya adalah mengurusi urusan masyarakat. Berkecimpung dalam politik berarti memperhatikan kondisi kaum muslimin dengan cara menghilangkan kezhaliman penguasa pada kaum muslimin dan melenyapkan kejahatan musuh kafir dari mereka.  Untuk itu perlu mengetahui apa yang dilakukan penguasa dalam rangka mengurusi urusan kaum muslimin, mengingkari keburukannya, menasihati pemimpin yang mendurhakai rakyatnya, serta memeranginya pada saat terjadi kekufuran yang nyata (kufran bawâhan) seperti ditegaskan dalam banyak hadits terkenal. Ini adalah perintah Allah SWT melalui Rasulullah SAW.  Berkaitan dengan persoalan ini Rasulullah SAW bersabda :

Siapa saja yang bangun pagi dengan gapaiannya bukan Allah maka ia bukanlah (hamba) Allah, dan siapa saja yang bangun pagi namun tidak memperhatikan urusan kaum muslimin maka ia bukan dari golongan mereka.” (HR. Al Hakim)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY