Bogoraya.com – Tidak kurang dari seribu warga Kota Bogor turut serta dalam pawai Tarhib Ramadhan berjalan kaki menyusuri jalan-jalan utama di Kota Bogor menuju Tugu Kujang Ahad (14/06) pagi. Acara yang diinisiasi oleh DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kota Bogor tersebut memberangkatkan peserta Tarhib dari empat titik keberangkatan, yaitu Air Mancur, Masjid Empang, Jalan Bangbarung dan Bundaran Ekalokasari.

“Acara berbentuk pawai ini, kami laksanakan sebagai wujud rasa suka cita kami menyambut bulan suci Ramadhan 1436 H yang penuh berkah yang akan segera tiba,” ujar Ketua DPD II HTI Kota Bogor M. Irfan.

Menyambut Ramadhan, tambah M Irfan, merupakan Sunnah Rasulullah SAW. Beberapa referensi yang menguraikan tentang Shiroh Nabi menggambarkan secara tegas tentang sedemikian meriahnya Rasulullah bersama sahabat melakukan berbagai aktivitas saat menyambut datangnya bulan Ramadhan.

“Saat ini, di kala Islam sudah mulai terasingkan di tengah umat, menjadi penting untuk mengimplementasikan berbagai amalan dan syariah yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dalam kerangka itulah, kami melakukan pawai ini,” pungkas M Irfan.

Pawai Arroya Alliwa

Peserta Tarhib yang datang dari berbagai penjuru Kota Bogor tersebut berpawai secara teratur mengikuti arahan panitia seraya mengibarkan arroya alliwa dan melafalkan sholawat. Pakaian berwarna putih nampak menjadi pakaian yang mayoritas digunakan oleh peserta tarhib.

“Pada kesempatan Tarhib Ramadhan tahun ini setiap peserta mengibarkan arroya dan alliwa sebagai upaya mengingatkan kepada umat Islam tentang Bendera Rasulullah yang merupakan bendera umat Islam,” lanjut Pimpinan HTI Bogor yang berpenampilan low profile tersebut.

Menurutnya. Bendera arroya alliwa yang berwarna hitam dan putih bertuliskan lafadz dua kalimah syahadat tersebut merupakan bendera umat Islam yang digunakan sejak zaman Rasulullah SAW mengiringi setiap aktivitas umat Islam pada level kenegaraan dan peribadatan, bukan bendera kelompok atau ormas tertentu. Sudah semestinya, umat Islam bangga dengan kedua bendera tersebut serta menjaganya agar tidak disalahgunakan dan disalahartikan untuk mendiskreditkan Islam dan Umat Islam.

Rasulullah SAW selalu membawa arroya (bendera berwarna hitam) saat dilakukan peperangan melawan

Berbagai kalangan turut serta dalam Tarhib Ramadhan

“Acara Tarhib Ramadhan ini diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari ‘alim ulama, tokoh intelektual, pengusaha, pelajar serta masyarakat umum, termasuk anak-anak,” ujar Ketua Panitia Ramli di sela-sela kesibukannya memonitor kelancaran acara.

Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam acara ini adalah sebagai bentuk pembelajaran sejak dini tentang arti pentingnya menjalankan Sunnah Rasulullah SAW.

“Mereka dapat belajar banyak hal saat mengikuti acara seperti ini. Harapannya adalah mereka tumbuh menjadi generasi yang selalu taat dengan syariat Allah SWT dan senantiasa mengamalkan Sunnah Rasulullah SAW,” pungkasnya.

Mubarak, salah satu peserta Tarhib yang berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Bogor, menyatakan senang bisa turut serta dalam kegiatan tarhib menyambut Ramadhan ini.

“Mengikuti kegiatan menyambut Ramadhan seperti ini membuat saya senang karena setidaknya bisa merasakan nikmatnya menjalankan sunnah Rasul,” katanya dengan semangat.

‘Alim Ulama yang telah memperoleh banyak ilmu tentang amalan ibadah dan syariat semakin diperkuat keyakinannya akan kebesaran Allah SWT melalui acara semacam Tarhib Ramadhan.

Momen Tegakknya Syariah dan Khilafah

Tarhib Ramadhan berupa pawai seraya bersholawat dan mengibarkan arroya alliwa merupakan kegiatan yang mempertegas dan mengukuhkan perjuangan penegakkan syariah dan khilafah untuk menjadikan Indonesia lebih dari sekedar baik.

“Hizbut Tahrir tidak pernah bosan untuk menyampaikan kepada umat akan urgensinya syariah dan khilafah yang harus tegak di tengah kehidupan umat,” tegas Sekretaris DPD II HTI Kota Bogor M. Mulyana.

Syariah dan Khilafah menjadi solusi tuntas bagi Indonesia yang tengah berada dalam cengkeraman neoliberalisme dan neoimperialisme yang terus menerus meruntuhkan sendi-sendi negara.

Munculnya berbagai permasalahan di Indonesia, lanjut Mulyana, akibat adanya ide neoliberalisme dan neoimperialisme yang dianut oleh para penguasa yang tidak menjadikan ketaqwaan sebagai orientasi hidup dan kehidupannya.

Indonesia yang kaya dengan sumber daya menjadi tidak berdaya akibat bercokolnya neoimperialisme yang menyebabkan sumberdaya strategis tidak dapat dinikmati sepenuhnya oleh rakyat Indonesia. Kondisi tersebut diawali dengan dianutnya paham kebebasan (liberalisme) yang tidak lagi memperhitungkan tentang batasan dan aturan Allah SWT tentang pengelolaan negara dan sumberdayanya.

Tak ayal, kondisi tersebut pada akhirnya membuat Indonesia kehilangan daya saing dan mempertinggi ketergantungannya terhadap negara lain. Posisi tawar Indonesia pun semakin melemah secara global. “Kelemahan ini tentu akan membuat Indonesia selalu dieksploitasi secara ekonomi dan politik oleh negara-negara penjajah,” pungkas Mulyana.

Bendera Rasulullah Berkibar di Seputar Tugu Kujang

Setiba di Tugu Kujang, peserta pawai mengelilingi area Tugu Kujang seraya mengibarkan Arroya Alliwa. Kawasan segitiga ikon Kota Bogor tersebut sontak berubah warna hitam dan putih.

Pengendara yang melintas di kawasan tersebut turut menyaksikan megahnya kibaran Bendera Rasulullah di tengah Kota Bogor. Aksi simpatik tersebut menjadi moment tepat untuk berinteraksi dengan masyarakat umum dengan membagikan selebaran berisi jadwal imsakiyah Ramadhan 1436 H serta tiga resolusi politik Rapat & Pawai Akbar 1436 H yang telah terselenggara sukses Di Gelora Bung Karno 30 Mei yang lalu.

“Sudah saatnya kita umat Islam untuk merapatkan diri ke dalam barisan para pejuang syariah dan khilafah. Mari jadikan Bulan Ramadhan tahun ini menjadi momen Bulan Bersama Umat Tegakkan Syariah dan Khilafah untuk selamatkan Indonesia dari ancaman Neoliberalisme dan Neoimperialisme,” ajak M Irfan dalam sambutannya di hadapan peserta Tarhib Ramadhan.

Di akhir acara, do’a agar Khilafah segera tegak di tengah kehidupan dipanjatkan dengan penuh khusyu’. Hanya dengan Khilafah, syariat Allah SWT dapat diterapkan secara menyeluruh dan permasalahan bangsa di negeri ini dapat terselesaikan secara tuntas. []

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY