Bogoraya.com – Tidak kurang dari 200 orang massa yang terdiri dari Pelajar dan Mahasiswa serta masyarakat umum turut serta dalam aksi tolak peringatan Valentine’s Day di Kawasan Tugu Kujang Bogor Kamis siang (12/2).

Peserta aksi memampang poster dan mengibarkan bendera arroya-alliwa seraya meneriakkan kalimat penolakan peringatan Valentine’s Day. Di sela-sela orasi, peserta aksi membagikan amplop “cinta” berisi tausiyah tolak Valentine’s Day kepada para pengendara dan pengguna jalan.

“Hari ini kami melaksanakan aksi untuk mengingatkan kepada masyarakat tentang keharaman dan bahaya memperingati Valentine’s Day,” ungkap Ketua Lajnah Khusus Mahasiswa HTI Kota Bogor Muslim.

Valentine’s Day, lanjut Muslim, adalah budaya orang kufur yang tidak layak dirayakan oleh Kaum Muslimin. Momen V’day sering dijadikan legitimasi bagi pasangan muda mudi untuk bermaksiyat dan melakukan perzinahan.
“Hari kasih sayangnya kaum muslimin adalah setiap hari, bahkan setiap saat, bukan di tanggal 14 Februari saja,” pungkas Muslim.

Sementara itu, Ketua DPD II HTI Kota Bogor M Irfan, yang dihubungi secara terpisah, menyayangkan tentang komersialisasi hari Valentine’s Day oleh Pengusaha untuk kepentingan meraup keuntungan dengan menjual produk coklat yang satu paket dengan alat kontrasepsi.

“Menyertakan kondom pada produk coklat yang dijual adalah bentuk kampanye yang menyesatkan dan menjerumuskan generasi muda untuk berbuat zinah,” tegas M Irfan.

Menurutnya, Pemerintah harus menindaktegas Pengusaha yang merusak generasi muda termasuk stasiun televisi yang menayangkan film-film bertemakan percintaan ala Barat yang mengumbar seks bebas. [] MI Kota

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY