Bogoraya.com – Hujan yang mengguyur Kota Bogor tidak menyurutkan 1600 Pelajar Kota Bogor menghadiri  event Muslim Youth Movement 2015 yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Sekolah DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kota Bogor di Hall B GOR Pajajaran Ahad (8/2).

“Kamilah Pemimpin Masa Depan demikian tema acara MY Movement 2015 yang kami selenggarakan hari ini,” ujar Ketua Panitia  Sirojul Falah di sela-sela acara. Tujuan acara ini, lanjut Falah, adalah untuk menyatukan  semangat para Pelajar sebagai Generasi Muda untuk berbenah dan  mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa mendatang dengan berlandaskan pada Syari’at Allah SWT.

“Saatnya remaja mengambil peran sebagai pemimpin yang amanah dan ambil bagian dalam barisan perjuangan tegaknya syariah,” pungkasnya.

Pada Sambutan Pembuka, Wakil Walikota Bogor Ir. Usmar Hariman menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada HTI Kota Bogor selenggarakan even yang dihadiri pelajar SMP dan SMA di Kota Bogor tersebut.

“Saya prihatin dengan sering terjadinya tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja lainnya,” ungkap Usmar. Oleh karena itu, harapnya, Pelajar di Kota Bogor harus mampu menjadi pembawa perubahan.

Di acara inti, Trainer Muda Asep Supriatna tampil memukau memaparkan materi berbakti kepada orang tua. Sementara itu, Trainer Kang Ivan menyampaikan pentingnya remaja berbenah diri agar menjadi remaja berprestasi dunia akhirat dengan rumus Jadilah Bunga Dakwah !.

“Apa itu Bunga Dakwah? Yaitu padanan dari tiga kata : BUku NGAji dan DAKWAH,” ujar Kang Ivan.

Buku itu sahabat sejati, lanjut Ivan, Banyak baca buku, banyak tahu, banyak ilmu. Saat itu, hidup kita insya Allah nggak mati kutu. NGAJI itu piihan terbaik dalam hidup kita. Dengan ngaji, diri kita bisa lebih terjaga dari godaan setan yang merajalela. DAKWAH adalah take and give. Ada waktunya kita NGAJI, abis itu jangan lupa untuk berbagi. Saling mengingatkan dan menguatkan.

Suasana acara menghangat dengan tampilnya Pelajar SMA, Pengamat Pendidikan dan Kepala Sekolah dalam sesi Talkshow yang dipandu oleh Host Risky Irawan.

Menurut Diki, untuk berprestasi, kita harus mencari teman yang baik akhlaknya karena bisa menjadi cerminan bagi kita. “Guru pun berperan besar terhadap kesuksesan muridnya,” tegas pelajar yang pernah menjabat sebagai Ketua OSIS dan berprestasi tingkat nasional tersebut.

Sedangkan Ust Iwan Januar yang sering melakukan berkiprah dalam dunia pendidikan, menyarankan untuk tidak menggunakan sebutan “Anak Emas” dalam menyikapi anak di keluarga. “Setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda,” ujarnya.

“Setiap anak potensinya berbeda. Ada anak yang mampu berprestasi di bidang akademik. Ada yang mampu berprestasi di bidang non akademik,” timpal Kepala SDIT Insantama Agung Dwi Cahyono.

Di akhir acara, Pelajar peserta MY Movement mengikrarkan diri untuk menjadi Muslim Sejati yang berbakti kepada orang tua, senantiasa menuntut ilmu dan memperjuangakn tegaknya Syariah dan Khilafah. []

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY